Breaking News

Pancasila Landasan Bersatu Melawan Covid-19

Filemon Tambunan.
1 Juni sudah diidentikkan dengan hari lahirnya Sang Ideologi NKRI. Pancasila. Pancasila lahir dan bersumber dari nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Oleh karenanya, pantas nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila itu telah sesuai dengan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Bung Karno sebagai pencetus awal mula lahirnya Pancasila patut kita beri gelar kehormatan yang tinggi. Berkat beliau, tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan hingga saat ini. Jika kita menilik setiap poin dalam setiap sila, maka setiap poon tersebut mencerminkan kehidupan kepribadian bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke.

Bangsa ini terkenal akan budayanya gotong-royong. Hal ini sesuai dengan pengertian dari poin sila ke-3 Pancasila yaitu "Persatuan Indonesia". Sila ke-3 ini menggambarkan bagaimana tradisi ataupun budaya gotong-royong itu ada dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat sejak dari bangsa ini sebelum dijajah dahulu hingga kehidupan era masa kini.

Gotong-royong ini mengajarkan kita untuk bahu-membahu orang lain disekitar kita yang sedang membutuhkan pertolongan. Hal inilah yang menjadi identitas yang menjadi pembeda bangsa Indonesia dengan yang lainnya. Bahkan karena begitunya melekatnya istilah gotong-royong ini bagi bangsa Indonesia, sistem pemerintahan Indonesia pernah juga salah satu Kepala Negara kita membentuk kabinet kerjanya dengan menamakan Kabinet "Gotong-royong" pada masa pemerintahan Presiden Megawati - Hamzah Haz periode 2001-2004.

Dimasa kini, peran penting pancasila juga sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Pandemi Covid-19 telah merubah seluruh sendi aspek kehidupan seluruh umat manusia di dunia. Mulai dari segi aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial dan lain sebagainya telah terdampak oleh wabah Covid-19. Data terbaru korban akibat Covid-19 per 31 Maret 2020 di dunia ialah 5.939.234 terkonfirmasi positif dan 367.255 meninggal dunia.

Sementara di Indonesia yang terkonfirmasi sebanyak 26.437 dan yang meninggal dunia sebanyak 1.613. Melihat data tersebut, mau tidak mau pemerintah Indonesia harus berjuang dan berpikir keras membuat setiap kebijakan yang dapat menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia. Peran pemerintah tidak cukup, perlu dukungan dari setiap lapisan elemen masyarakat untuk setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Semisalnya peran pemerintah yaitu dengan kebijakan aturan pemberlakuan PSBB di daerah yang sudah zona merah akan penyebaran virus Clvid-19 harus dipatuhi dan dilakukan masyarakat disiiplin.

Sebagai bangsa yang terkenal dengan budaya gotong-royongnya, masyarakat Indonesia juga harus saling bersinergi satu sama lain dalam menghadapi Pandemi ini. sebagai bentuk implementasi sila ke-3 Pancasila. Di sebagian besar wilayah Indonesia sudah banyak yang melakukannya, seperti banyaknya organisasi-organisasi kepemudaan dan masyarakat yang langsung turun ke masyarakat membantu apa yang bisa dibantu.

Bantuan tersebut bisa dalam bentuk pembagian sembako, masker, hand sanitizer dan lain sebagainya. Kesemua hal ini merupakan bentuk serta peran serta kepedulian masyarakat untuk salin bahu-membahu membantu masyarakat lain yang membutuhkan. Sikap saling membantu ini merupakan cerminan khas dari budaya gotong-royong.

Seperti ada pepatah mengatakan "Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh" yang berarti segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan menghasilkan hasil yang baik dan memuaskan, sementara jika tidak melakukan bersama-sama maka hasil yang didapatkan pun tidak akan puas.

Memperingati hari lahir Pancasila ini, sebagai masyarakat yang baik kita harus bisa memaknai setiap poin yang terkandung dalam sila pancasila. Tidak cukup hanya pengimplementasian salah satu sila, sila yang lain juga mendorong kita untuk tetap bisa kuat dalam menghadapi pandemi ini.

Sila pertama "Ketuhanan yang mahas esa" mengingatkan kita untuk selalu tetap berdoa dan berpasrah kepadanya ditengah perjuangan kita melawan pandemi ini. Sila kedua "Kemanusiaan yang adil dan beradab" mengajarkan kita untuk tetap saling menghargai dan menyayangi sesama kita ditengah pandemi ini baik itu dia miskin maupun kaya. Sila ke-3 "Persatuan Indonesia" telah dijelaskan di atas bahwa kita harus bersatu dalam melawan badai pandemi Covid-19.

Sila ke-4 "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan" mengharuskan kita untuk menggikuti dan menaati kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi pandemi ini. Dan sila yang terakhir yaitu "Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia" mengingatkan pemerintah yang ada dalam mengeluarkan kebijakannya harus memperhatikan keadilan bagi masyarakatnya.

Pancasila akan tetap ada senantiasa terus ada dan berakar dalam kehidupan berbangsa dan bernegera Indonesia. Akhir-akhir ini banyak pihak-pihak lain yang ingin merongrong dan mencoba mengusik keberadaan dari Pancasila itu sendiri di negara kita ini. Sebagai warga negara yang baik, kita harus menjaga dan merawat keberadaan Pancasila itu d bumi Pertiwi. Jika bukan kita, siapa lagi yang membela dan mempertahankan Dasar Negara Indonesia kita itu. Dirgahayu Pancasila !.


Penulis: Filemon Tambunan
Sekretaris Cabang GMKI Tanjungpinang
Bagikan:
Baca juga