Tim F1QR Tanjung Balai Asahan Amankan 20 TKI Ilegal dari Malaysia

TKI Ilegal Diamnkan di Perairan Tanjung Siapi-Api. (Fhoto: Istimewa).
MEDAN KEPRIAKTUAL.COM: Gelombang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia masih terus memasuki wilayah Sumatera Utara (Sumut) di masa pandemi virus corona (Covid-19). Padahal, Malaysia telah memperpanjang penutupan wilayah atau lockdown hingga 12 Mei.

Kali ini, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 20 orang pekerja migran ilegal di perairan Tanjung Siapi-Api Kabupaten Asahan, Minggu (26/4).

Para pekerja ilegal ini menumpang sampan untuk melakukan perjalanan tidak resmi dari negara tetangga. Ke-20 orang tersebut terdiri 13 laki-laki dan 7 orang wanita termasuk satu balita perempuan.

"Mereka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat dan langsung kita tindak lanjuti dengan melakukan pergerakan serta pengejaran menggunakan Kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TBA I-1-61," kata Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, Minggu (20/4).

Sampan tersebut diamankan pada pukul 01.30 WIB. Selanjutnya sampan diperiksa dan digiring ke Posmat Bagan Asahan, Lanal Tanjung Balai Asahan guna diperiksa lebih lanjut.

"Setibanya di Posmat Bagan Asahan, seluruh penumpang sampan diperiksa dengan menerapkan protap pemeriksaan pada saat Pandemi Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Lanal Tanjung Balai Asahan," kata dia.

Pemeriksaan kesehatan, pengukuran suhu badan dan penyemprotan cairan disinfektan kepada penumpang, barang bawaan maupun kapal yang digunakan tetap dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona yang datang dari luar negeri.



"Kondisi mereka baik setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal oleh Tim Kesehatan Lanal Tanjung Balai Asahan serta pemeriksaan kapal. ABK dan TKI selanjutnya kita serahkan ke Satgas Covid-19 Kota Tanjung Balai untuk penanganan lanjutan terkait dengan pandemi virus corona," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, didapat hasil bahwa ke-20 TKI ilegal tersebut melakukan perjalanan dari Malaysia menuju ke Kuala Leidong, Kabupaten Labura. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal mereka yakni Batubara, Langkat dan Aceh.

"Dua puluh orang tersebut kini ditangani oleh Kantor Imigrasi dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjung Balai guna dilakukan proses lanjutan dan karantina," ujar Dafris.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, mengatakan TNI AL, tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara ilegal melalui laut.

"Kita tidak akan mengambil resiko besar pada waktu seperti saat ini, apalagi penyebaran virus Corona dikhawatirkan datang dari luar negeri. Kita terus meningkatkan tugas patroli terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," tegasnya.



Selain penyelundupan TKI ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjung Balai Asahan, juga diwaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya seperti komoditas dan narkoba.

"Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah kesekian kali mengamankan TKI yang kembali dari Malaysia dan itu selalu menjadi perhatian lebih kita akhir-akhir ini guna meningkatkan patroli," paparnya.

Sumber: CNN Indonesia
Labels: ,

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.