Tuesday, February 26, 2019

Panen Padi, Bupati Karimun: Manfaatkan Lahan yang Ada Untuk Dikelolah

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com     Tuesday, February 26, 2019    

Dialog Bupati Karimun dengan Kelompok Tani
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun H. Aunur Rafiq  Kunjungi Petani pada saat panen padi bersama Kelompok Tani di Desa Tehak dan Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Senin (25/0-2019).

Kegiatan panen padi ini turut hadir Bupati Karimun, H.Aunur Rafiq M.Si, Kepala Dinas Pertanian, Muhammad Affan, Kabag Humas, Didi irawan,  Kabag Pratokol, Kadis Pangan dan Pertanian, Kadishub, Kabid penyuluhan, Camat Kundur Utara, Kades Teluk Radang dan masyarakat Petani.

Meski cuaca cukup panas, H. Aunur Rafiq, dan pejabat yang hadir turun langsung kesawah melakukan panen padi. Kemudian, giat acara juga dirangkai dengan dialog interaktif dengan 5 kelompok petani.

Untuk meningkatkan hasil panen padi, Rafiq berharap kepada semua masyarakat khususnya di Kecamatan Kundur Utara, dan Kepala Desa, jangan membiarkan lahan-lahan yang ada di biarkan begitu saja tanpa di kelolah.

"Lahan yang luas 100 hektar milik Pemda Karimun harus di kelola petani dengan baik. Untuk itu, dia meminta, agar bantuan yang sudah di terima petani dapat kiranya di manfaatkan dengan baik sehingga hasil panen padi bisa terus meningkat pada tiap tahunnya," kata Rafiq dalam dialognya.

"Apapun yang menjadi kebutuhan petani akan kita upayakan agar panen padi bisa utuh sesuai harapan masyarakat petani, dan pemerintah daerah. Dan saya juga berpesan, jadilah petani yang baik dan diskusikan dengan para penyuluh pertanian hal-hal yang menghambat untuk kemajuan pertanian," tambah Rafiq.

Fhoto Bersama Petani dengan Bupati Karimun di Lahan Sawah Pertanian Padi
Di tempat yang sama kepala Dinas Pertanian, M.Affan mengatakan Dinas Ketahanan Pangan telah banyak mengucurkan program untuk meningkatkan bidang pertanian khususnya di Desa Tehak Desa Teluk Radang.

"Mulai dari Mesin penggiling padi, Mini traktor, bibit hingga perlengkapan dan fasilitas pertanian sehingga tinggal masyarakat yang menerima bantuan untuk lebih giat, lebih inovatif dan lebih kreatif untuk melaksanakan kegiatan pertanian," tuturnya.

M. Affan menjelaskan, pada 2018 hasil panen padi sekitar 3,2 ton gabah kering perhektar dan di 2019 dihasilkan meningkat menjadi 3,8 ton gabah kering. Peningkatan produksi tersebut meningkat di karenakan menggunakan benih unggul bermutu. Serta ditunjang dengan penggunaan alat mesin pertanian, pengolahan lahan, pengendalian hama dan penyakit tanaman serta pendampingan penyuluh pertanian.

"Ucapan terimakasih dan kerjasama petani dan Badan pusat statistik (BPS).
Kepada para pendamping penyuluh pertanian yang aktif, setiap saat melihat, mengontrol, berdiskusi dalam rangka peningkatan produksi sehingga pendapatan masyarakat di harapkan terus meningkat," ujarnya.

Di samping itu petani merasa bersyukur dan terimakasih yang tak terhingga atas perhatian pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi, serta Kepala Dinas Pertanian yang telah membantu, memfasilitasi untuk memotifasinya.

"Kami akan lebih gigih lagi dalam meningkatkan hasil panen kami di masa mendatang," ujar petani.


Ahmad Yahya

0 comments :