Wednesday, July 18, 2018

Produksi Sabun Mandi dan Shampo Ilegal, Direktur dan Karyawan PT. Bestindo Persada Bebas Berkeliaran

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com     Wednesday, July 18, 2018    

Direktur dan Karyawan PT. Betsindo Persada saat Jalani Sidang
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Berdasarkan pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000.

Mengacu pada pasal tersebut, 8 terdakwa peracik sabun mandi dan shampo salah satunya Direktur PT. Bestindo Persada yang didampingi Penasehat Hukumnya dan tidak memiliki izin edar dari BPOM tangkapan Polda Kepri Januari 2018 lalu, menjadi tahanan luar.

Terbukti pada persidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam, 8 terdakwa yakni, Tjhon Nyang Alias Angin, Adil alias Acok, Mulyadi, Heriyanto, Rahmad Alyakin, Rudi hendrawan, Harian alias Ameng, dan Jhon Hendra berpakain bebas saat sidang. Padahal, kedelapan terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dalam Pasal197 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Fakta persidangan, Rabu (17/7-2018, Direktur PT. Bestindo Persada, Mulyadi alias Mul mengatakan, memproduksi produk sabun mandi dan shampo di dua gudang Batu Ampar dan Batam Center, Kota Batam miliknya sudah beroperasi selama 1 tahun walaupun belum mengantongi izin edar dari BPOM.

Perusahaan PT. Bestindo Persada yang sudah bergerak selama 10 tahun lalu di bidang distributor produk kosmetik asal Jakarta ini, memproduksi sendiri sabun dan shampo serta mendatangkan bahan kimia kosmetik dari Jakarta, dan sebagian bahan di beli dari apotik Batam.

“Bahan baku kami beli di Apotik dan diracik di gudang Batu Ampar oleh karyawan. Peraciknya Adil alias Acok,”ujar Mulyadi saat pemeriksaan terdakwa.

Menanggapi kasus perkara Kesehatan ini, praktisi hukum yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, enak ya para terdakwa ini, tidak ditahan. Padahal jelas, dalam bunyi pasal yang didakwakan Jaksa kepada kedelapan terdakwa, diancam hukuman penjara 15 tahun.

"Mereka kan memproduksi, dan meracik, sampai mengedarkan ke hotel-hotel di Batam. Tapi kenapa tidak ditahan, apalagi saya dengar tadi, Direkturnya ikut juga ditangkap. Ada apa ini," ujarnya di PN Batam, Rabu (18/7-2018).

Alfred

0 comments :