Thursday, June 28, 2018

Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Saros: Ini Perjuangan Rakyat

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com     Thursday, June 28, 2018    

Sekretaris Umum BP2KKA,Wan Saros
ANAMBAS KEPRIAKTUAL.COM: Dalam rangka memperingati, 10 Tahun hari jadinya Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Minggu (24/6-2018) kemarin. Wan Saros, Sekretaris Umum Badan Penyelaras Pemekaran Kabupaten Kepulauan Anambas (BP2KKA) Mengatakan, hari ini genap sepuluh tahun Kabupaten Kepulauan Anambas, dan itu tidak turun dari langit.

"Kalau kita tidak berjuang bersama-sama, Allah tidak merubah nasib orang Siantan, tidak merubah nasib orang Palmatak. Dan seingat saya Bapak Bupati di Kepulauan Riau ini, selain memperjuangkan Propinsi Kepulauan Riau, hanya Anambaslah perjuangan Rakyat yang melahirkan Kabupaten. Karena Karimun, Lingga, Natuna, Kota Tanjung Pinang, Kota Batam itu dibentuk oleh Depdagri dan Keputusan Pemerintah Pusat," kata Wan Saros saat menyampaikan sambutanya di gedung DPRD KKA.

Tapi Anambas Berbeda, lanjut Wan Saros, Anambas diperjuangkan dari doa Bapak-bapak, Ibu-ibu, dari tanda tangan yang kutip dari rumah kerumah. Yang tidak bisa tanda tangan pakai cap jempol, itu di pungut demi kepada warga untuk menyakinkan pemerintah pusat. "Kita ini jauh dari perbatasan yang tertinggal. Kita ini Marginal yang kaya raya alamnya," ujar Saros.

Perusahaan minyak di Kabupaten Kepulauan Anambas itu dari tahun 1970 an, sudah beroperasi disini. Tapi pada saat itu seingatnya, SMP/SD saja jadi security sudah bangga di perusahaan minyak. Ia tidak mau diungkit-ungkit sejarah, tapi tidak bias lepas dari factor sejarah ini. Bahwa Anambas ini betul-betul lahir dari perjuangan bersama, tidak ada yang merasa Hero diperjuangan ini. Semua adalah Pahlawan.

"Saya terharu tadi, Pak ketua DPRD menyebutkan Perda Hari Jadi Nomor 4 Tahun 2011. Seingat saya mungkin belum ada badan perjuangan di Republik ini yang melahirkan sebuah Kabupaten atau Propinsi sekalipun yang diakui dalam Perda. Diakui dalam Undang-undang Daerah, BP3KR saja yang melahirkan heroiknya Propinsi Kepulauan Riau itu tidak ada di maktub tidak ada dicantumkan dalam Perda hari jadi Propinsi Kepulauan Riau, silahkan dilacak. Kami BP2KKA berterima kasih kepada tuan-tuan DPRD," ujar Sekretaris Umum BP2KKA.

Ia juga mohon mengingatkan, mohon maaf sebelumnya bahwa dalam perjuangan yang heroic itu, selain perjuangan tenaga, pikiran, waktu yang tidak habis-habisnya ditambah oleh caci maki  dan hinaan dari orang-orang yang tidak mendukung, yang hari ini mohon maaf tidak ada kita beda-bedakan. Tidak ada label pada hari ini di masyarakat Anambas, awak dulu mendukung awak dulu menghalangi ibukota, awak dulu tak mau keluarkan sepersenpun, apakah bedanya, tak ada bedanya.

"Malah yang tidak berjuang pada hari ini paling menikmati, itu fakta tolong kita simpan saja dalam hati. Kita tidak membuat label hari ini, semua kita sama masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas," tuturnya.

Terakhir ia mengingatkan, didalam perjuangan Anambas ini juga mempunyai beban. Ia memohon maaf untuk menyampaikan ini, beban sepuluh tahun  yang tidak semua orang tahu disini, ada bapak Sahril Effendi sebagai Bendahara Umum, beliau ini walaupun tidak mengungkapkan, ia ingin mengungkapkan, bahwa dibawah Bendera PT.Kusara Wijaya, perusahaan beliau banyak menanggung beban dalam biaya perjuangan ini selama pemekaran Anambas.

"Oleh sebab itu saya bermohon menjadi ingatan saja untuk mengucapakn terima kasih. Karena beban hutang piutang itu tidak akan lunas kalau tidak saling menghalalkan. Karena sebab itu dengan ucapan terima kasih, mungkin keiklasan ini lebih sempurna dalam membangun Anambas ini kedepannya," ungkap Wan Saros.



Arthur.

0 comments :